Benjolan Di Payudara Kiri Atas Pada Ibu Menyusui

Hampir semua wanita merasa takut ketika menemukan benjolan di payudara, takut jika itu berbahaya. Padahal tidak semua benjolan yang timbul berbahaya. Berikut ini adalah beberapa penyebab timbulnya benjolan di sekitar payudara, silahkan disimak !

Benjolan Di Payudara

Penyebab Timbulnya Benjolan Di Payudara Yang Tidak Berbahaya

Sebagian besar wanita yang menemukan benjolan di payudara akan merasa panik karena takut berbahaya. Takut jika itu kanker payudara, mengingat salah satu indikasi atau gejala kanker payudara adalah timbulnya benjolan di sekitar payudara.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak setiap benjolan di payudara adalah kanker, mengingat ada beberapa kondisi medis lain yang juga bisa menyebabkan kondisi tersebut.

Untuk itu anda jangan terburu-buru menyimpulkan benjolan tersebut berbahaya tanpa mengetahui penyebab pastinya.

Bahkan dari kasus yang sering terjadi sebagian besar penyebab dari timbulnya benjolan di payudara bukan karena kanker melainkan tumor jinak di payudara yang tidak berbahaya dan bisa disembuhkan.

Dan berikut ini adalah beberapa penyebab tumbuhnya benjolan di sekitar payudara yang bersifat jinak sehingga tidak berbahaya, yakni :

Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor jinak di payudara yang menjadi penyebab paling sering benjolan di payudara, utama wanita yang berusia antara 20-30 tahun.

Tumor jinak fibroadenoma umumnya tidak menimbulkan nyeri dan memiliki karakteristik benjolan terasa bulat, padat, kenyal dan dapat bergeser saat ditekan.

Fibroadenoma terbentuk dari jaringan kelenjar susu yang terbentuk secara berlebihan. Tumor ini dapat hilang dengan sendiri, namun dapat pula menetap dan membesar utamanya ketika penderita hamil.

Selama fibroadenoma tidak menimbulkan gejala atau gangguan maka tidak perlu mendapatkan penanganan. Namun jika benjolan yang timbul dirasa mengganggu dan semakin besar maka barulah dokter biasanya akan melakukan tindakan penanganan berupa bedah operasi.

Perubahan Fibrosistik/ Fibroadenosis

Selanjutnya benjolan di payudara juga bisa muncul karena payudara mengalami perubahan akibat perubahan hormon yang biasa terjadi selama siklus menstruasi. Kondisi ini umunya dialami oleh wanita berusia 35-50 tahun.

Karaktersitik benjolan Fibrosistik adalah benjolan bertambah besar selama masa menstruasi, benjolan terasa keras atau kadang lunak saat disentuh, jumlah benjolan bisa tunggal atau lebih dari satu, nyeri di payudara hingga ukuran payudara berubah.

Fibrosistik tidak memerlukan penanganan khusus, karena gejala yang munculnya umumnya akan membaik seiring berakhir masa menstruasi.

Kista Payudara

Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di jaringan payduara. Bisa disalah satu atau bahkan kedua payudara, bersifat jinak sehingga tidak begitu berbahaya dan bisa terdiri dari beberapa benjolan.

Mengingat bersifat jinak, kista payudara tidak memerlukan tindakan yang begitu serius, kalaupun ada biasanya hanya berupa aspirasi jarum yakni proses penyedorotan cairan dari jaringan payudara.

Kondisi ini paling sering dialami oleh wanita berusia 40 tahun, namun dapat juga terjadi diusia berapa pun. Hormon diduga menjadi penyebab timbulnya kista payudara ini.

Karaktersiktik benjolan kista payudara adalah terasa lunak saat diraba serta akan terasa semakin keras ketika penderita memasuki siklus menstruasi.

Intraductal papilloma

Intraductal papilloma adalah tumor jinak yang terbentuk di kelenjar susu, biasanya ditandai dengan munculnya benjolan di sekitar payudara cukup besar tepatnya dekat dengan puting atau juga berbentuk beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting susu.

Tumor jinak ini lebih sering terjadi pada wanita usia 35-55 tahun. Namun yang perlu diwaspadai adalah tumor jinak ini dapat berkembang menjadi kanker payudara dikemudian hari jika tidak diatasi dengan seruius karena multiple papillomas sering dikaitkan dengan suatu keadaan pre-kanker yang disebut atypical hyperplasia.

Benjolan Di Payudara Kiri Atas Pada Ibu Menyusui

Sementara itu, jika timbulnya benjolan di alami oleh ibu menyusui maka besar kemungkinan disebabkan oleh Galaktokel yakni kista yang terbentuk dari air susu akibat tersumbatnya muara saluran susu. Hal tersebut disamaikan oleh dr. Yan William yang kami kutip dari laman alodokter.com

Galaktokel bersifat jinak sehingga tidak berbahaya. Karakteristik benjolan galaktokel adalah terasa lunak, dapat bergesar saat ditekan dan tidak disertai nyeri.

Itulah beberapa hal yang mendasari timbulnya benjolan disekitar payudara yang bersifat jinak sehingga tidak perlu berbahaya. Namun walaupun demikian anda tetap disarankan untuk mengatasinya guna mencegah hal yang tidak tidak diinginkan.

Terlebih jika benjolan yang tumbuh di payudara memiliki karakteristik benjolan dibawah ini, maka anda harus segera menemui dokter guna mendapatkan penanganan yang serius, yakni :

  1. Terdapat benjolan atau penebalan pada payudara atau di dekat payudara, misalnya di ketiak, yang tetap terasa setelah masa haid selesai. Benjolan tidak bisa bergeser ketika ditekan atau digerakkan.
  2. Terdapat area yang jelas terasa atau terlihat berbeda dibanding daerah sekitarnya, pada salah satu atau kedua bagian payudara.
  3. Terjadi perubahan pada bentuk, ukuran, dan kontur payudara.
  4. Terjadi perubahan pada kulit payudara atau pada puting, seperti kemerahan, cekung, berkerut, tanda-tanda peradangan, atau bersisik.
  5. Keluar cairan bening atau darah dari payudara.

Kondisi diatas mengindikasi bahwa benjolan yang muncul lebih kepada kanker payudara sehingga penting untuk melakukan tindakan penanganan yang cepat dan tepat.

Tindakan yang biasa dilakukan oleh dokter dalam mengatasi timbulnya benjolan di sekitar payudara adalah berupa operasi dan apabila penyebabnya kanker maka pengobatan akan dikombinasikan dengan radioterapi dan kemoterapi.

Ketikal hal tersebut tak sanggu untuk dilakukan maka pengobatan secara alternatif yakni dengan konsumsi obat herbal bisa menjadi solusi salah satunya dengan obat herbal zedoril.

Demikianlah informasi tentang benjolan di payudara ini semoga apa yang sudah kami sampaikan bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahu anda serta menambah wawasan anda. Jangan lupa bagikan jika anda rasa artikel ini bermanfaat.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *