Gejala Awal Penyakit Kusta

Gejala Awal Penyakit Kusta .- Kusta adalah infeksi menahun yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, banyak penderita yang tidak menyadari dirinya terkena penyakit kusta akibatnya penderita sulit ditangani. Lalu seperti apa gejala awal penyakit kusta ? berikut kami berikan informasinya untuk anda !

Gejala Awal Penyakit Kusta

Gejala Awal Penyakit Kusta Yang Sering Dianggap Sepele

Kusta termasuk penyakit tertua karena sudah ada sejak tahun 1400 sebelum masehi yakni infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Infeksi biasanya sering terjadi atau menyerang bagian saraf tepi dan kulit, lalu berkembang ke saluran pernapasan atas dan bisa juga menyerang organ lain kecuali otak.

Pada tahun 2007 ada sekitar 2 juta lebih penderita kuta di seluruh dunia, di indonesia pada 2008 tercatan jumlah penderita penyakit kusta adalah sebanyak 22.359 dan kasus terbanyak yang ditemukan ada di pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kusta adalah penyakit kulit yang bisa menyebabkan kecacatan, mutilasi, ulserasi, dan lainnya.

Penyakit kusta termasuk penyakit yang bisa ditularkan namun tidak mudah menular, penularan bisa melalui udara karena bakteri Mycobacterium leprae dapat hidup beberapa hari dalam bentuk droplet di udara. Kusta juga bisa menular melalui kontak langsung dengan binatang armadilo dan penderita kusta.

Selain itu kusta termasuk penyakit yang berkembang sangat lambat sehingga orang yang terinfeksi bakteri ini tidak akan merasakan keluhan dan gejala, diperlukan waktu sekitar 3-5 tahun setelah terinfeksi hingga menimbulkan gejala.

Selain karena tertular dari hewan atau penderita kusta, orang yang tinggal dikawasan endemik kusta serta memiliki kelainan genetik yang berakibat terhadap sistem kekebalan tubuh juga beresiko terkena penyakit kusta.

Gejala Awal Penyakit Kusta

Gejala awal penyakit kusta yang paling sering adalah munculnya bercak putih seperti panu pada kulit sehingga banyak yang tidak menyadari dirinya terkena penyakit kusta, akibatnya penderita terlambat ditangani.

Beda bercak putih karena kusta dari panu adalah bercak putih kusta pada kulit disertai mati rasa, tidak gatal dan tidak sakit.

Ada dua jenis kusta yakni kusta kering dan kusta basah, gejala awa penyakit kista kering adalah biasanya terdapat kurang dari lima bercak putih, sementara kusta basah bercak berwarna kemerahan dan mengalami penebalan.

Namun keduanya sama-sama mati rasa jika disentuh atau bahkan ditusuk dengan jarum, bercak bisa muncul pada semua bagian tubuh.

Gejala kusta yang tidak segera diatasi bisa menimbulkan kecacatan seperti mata sulit menutup hingga mengalami kebutaan.

Tidak hanya itu penderita juga bisa kehilangan jari jemari, kerusakan pada hidung, kehilangan alis dan bulu mata hingga mengalami kelemahan otot utamanya otot kaki dan tangan sehingga mengalami kelumpuhan.

Untuk itu, dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter atau ke pusat kesehatan terdekat jika anda memiliki bercak putih di tubuh yang mengindikasi gejala penyakit kusta guna mendapatkan penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat.

Pengobatan kusta yang biasa dilakukan oleh dokter adalah dengan memberikan kombinasi antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun. Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik ditentukan berdasarkan jenis kusta.

Contoh antibiotik yang biasa digunakan adalah rifampicin, dapsone, dan clofazimine.

Selain pemberian antibiotik, pada sebagian kasus penderita juga mesti menjalani operasi pembedahan dengan tujuan, untuk :

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak.
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat.
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Selain melakukan pengobatan secara medis yakni mengkonsumsi obat antibiotik secara terus menerus yang bisa menimbulkan efek samping, penderita juga bisa melakukan pengobatan secara alternatif yakni dengan konsumsi obat tradisional kusta.

Komplikasi Kusta

Penyakit kusta yang tidak diobati dengan serius dan tuntas maka dapat menimbulkan komplikasi penyakit. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah :

  • Mati rasa.
  • Kebutaan atau glaukoma.
  • Gagal ginjal.
  • Disfungsi ereksi dan kemandulan pada pria.
  • Perubahan bentuk wajah.
  • Kerusakan permanen pada bagian dalam hidung.
  • Kerusakan saraf permanen di luar otak dan saraf tulang belakang, termasuk pada lengan, tungkai kaki, dan telapak kaki.
  • Kelemahan otot.
  • Cacat progresif, seperti kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan, dan hidung.

Demikianlan informasi singkat tentang gejala kusta ini, semoga apa yang telah disampaikan bermanfaat dan bisa menjawab rasa ingin tahun anda serta menambah wawasan anda, terima kasih sudah berkunjung dan menyimak artikel sederhana kami, jangan lupa share/bagikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *